Saturday, May 19, 2012

Dah Terbongkar Kerja Kotor Umno...Naib Ketua Umno Kampar Isytihar Keluar Parti...(video)



BATU GAJAH: Naib Ketua Pemuda Umno Kampar, Sdr Zamhuri Md Zin hari ini mengisytiharkan dirinya keluar parti dan tidak mahu lagi dikaitkan lagi dengan parti itu.

Tindakan tersebut adalah disebabkan parti yang telah memerintah lebih 50 tahun itu gagal menjaga orang melayu dan tidak lagi releven.

"Saya hari ini mengisytiharkan keluar Umno setelah lebih 27 tahun bersama parti itu," katanya.

Menurutnya, rasuah didalam pertadbiran Barisan Nasional amat berleluasa dan ditahap yang membimbangkan.

Beliau yang juga seorang pengusaha pasir telah ditipu dan dinafikan haknya setelah membayar cukai dan premium kepada kerajaan.

"Saya bayar cukai RM20 125 seperti prosidur yang ditetapkan oleh kerajaan tetapi apa yang saya dapat hanya tanah liat, bukannya pasir," ujarnya.

Ahli Majlis Daerah Kampar itu sangat kesal dengan tindakan kerajaan yang menganiaya serta menindasnya sedangkan beliau adalah 'orang kuat' menyokong kerajaan.

"Nak bagi rasuah, ajak makan, pergi karaoke, bagi amoi (pelacur) dari siam barulah nak bagi luluskan pasir, dan Ketua Umno Bahagian, Dato' Radhi Manan sebentar tadi menelefon dan mengatakan pasir yang dipohon sudah diluluskan.

"Sudah terlambat, saya tetap dengan pendirian saya akan keluar umno dan saya tidak akan toleh ke belakang.

"Dah lama saya bersabar dan hari ini saya tekad keluar Umno dan bersama-sama Pakatan Rakyat," ujarnya.

Zamhuri yang juga Ketua Cawangan Umno Changkat Tin menyatakan bahawa lebih 100 ahli di cawangannya akan mengikut jejak langkah beliau.

Sementara itu, Mantan Menteri Besar, Dato' Seri Nizar Jamaluddin ketika bersama-sama dalam pengisytiharan itu mengalu-alukan hasrat beliau.

Mohammad Nizar menjelaskan, di zaman pemerintahan Pakatan Rakyat selama 11 bulan, Zamhuri pernah memohon pasir dan diluluskan.

"Walaupun dia Umno tetapi Pakatan Rakyat luluskannya kerana itu hak dia sebagai penjual pasir.

"Kalaulah orang kuat Umno pun mereka tidak boleh tolong, inikan lagi orang Pakatan Rakyat.

Justeru, beliau menyeru ahli Umno yang lain turut bersama-sama mengikut jejak langkah Zamhuri dan menyertai perjuangan Pakatan Rakyat.
 
 
 

Friday, May 18, 2012

7 Malaikat penjaga 7 Langit



Sebuah hadis yg bersumber dari Al Ghazali, Minhajul Abidin, dan Bidayatul Hidayah.

Oleh DHB Wicaksono

Dengan atas asma Allah Yang Pemurah dan Penyayang

Ibnu Mubarak menceritakan bahwa Khalid bin Ma’dan berkata kepada Mu’adz, “Mohon Tuan ceritakan hadits Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam yang Tuan hafal dan yang Tuan anggap paling berkesan. Hadits manakah menurut Tuan?

Jawab Mu’adz, “Baiklah, akan kuceritakan.”

Selanjutnya, sebelum bercerita, beliau pun menangis. Beliau berkata, “Hmm, Betapa rindunya diriku pada Rasulullah, ingin rasanya diriku segera bertemu dengan beliau.”

Kata beliau selanjutnya, “Tatkala aku menghadap Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam, beliau menunggang unta dan menyuruhku agar naik di belakang beliau. Kemudian berangkatlah kami dengan berkendaraan unta itu. Selanjutnya beliau menengadah ke langit dan bersabda:

Puji syukur ke hadirat Allah Yang Berkehendak atas makhluk-Nya, ya Mu’adz!

Jawabku, “Ya Sayyidi l-Mursalin”

Beliau kemudian berkata, ‘Sekarang aku akan mengisahkan satu cerita kepadamu. Apabila engkau menghafalnya, cerita itu akan sangat berguna bagimu. Tetapi jika kau menganggapnya remeh, maka kelak di hadapan Allah, engkau pun tidak akan mempunyai hujjah (argumen).

Hai Mu’adz! Sebelum menciptakan langit dan bumi, Allah telah menciptakan tujuh malaikat. Pada setiap langit terdapat seorang malaikat penjaga pintunya. Setiap pintu langit dijaga oleh seorang malaikat, menurut derajat pintu itu dan keagungannya.

Dengan demikian, malaikat pula-lah yang memelihara amal si hamba. Suatu saat sang Malaikat pencatat membawa amalan sang hamba ke langit dengan kemilau cahaya bak matahari.

Sesampainya pada langit tingkat pertama, malaikat Hafadzah memuji amalan-amalan itu. Tetapi setibanya pada pintu langit pertama, malaikat penjaga berkata kepada malaikat Hafadzah:

“Tamparkan amal ini ke muka pemiliknya. Aku adalah penjaga orang-orang yang suka mengumpat. Aku diperintahkan agar menolak amalan orang yang suka mengumpat. Aku tidak mengizinkan ia melewatiku untuk mencapai langit berikutnya!”

Keesokan harinya, kembali malaikat Hafadzah naik ke langit membawa amal shaleh yang berkilau, yang menurut malaikat Hafadzah sangat banyak dan terpuji.

Sesampainya di langit kedua (ia lolos dari langit pertama, sebab pemiliknya bukan pengumpat), penjaga langit kedua berkata, “Berhenti, dan tamparkan amalan itu ke muka pemiliknya. Sebab ia beramal dengan mengharap dunia. Allah memerintahkan aku agar amalan ini tidak sampai ke langit berikutnya.” Maka para malaikat pun melaknat orang itu.

Di hari berikutnya, kembali malaikat Hafadzah naik ke langit membawa amalan seorang hamba yang sangat memuaskan, penuh sedekah, puasa, dan berbagai kebaikan, yang oleh malaikat Hafadzah dianggap sangat mulia dan terpuji. Sesampainya di langit ketiga, malaikat penjaga berkata:

“Berhenti! Tamparkan amal itu ke wajah pemiliknya. Aku malaikat penjaga kibr (sombong). Allah memerintahkanku agar amalan semacam ini tidak pintuku dan tidak sampai pada langit berikutnya. Itu karena salahnya sendiri, ia takabbur di dalam majlis.”

Singkat kata, malaikat Hafadzah pun naik ke langit membawa amal hamba lainnya. Amalan itu bersifat bak bintang kejora, mengeluarkan suara gemuruh, penuh dengan tasbih, puasa, shalat, ibadah haji, dan umrah. Sesampainya pada langit keempat, malaikat penjaga langit berkata:

“Berhenti! Popokkan amal itu ke wajah pemiliknya. Aku adalah malaikat penjaga ‘ujub (rasa bangga terhadap kehebatan diri sendiri) . Allah memerintahkanku agar amal ini tidak melewatiku. Sebab amalnya selalu disertai ‘ujub.”

Kembali malaikat Hafadzah naik ke langit membawa amal hamba yang lain. Amalan itu sangat baik dan mulia, jihad, ibadah haji, ibadah umrah, sehingga berkilauan bak matahari. Sesampainya pada langit kelima, malaikat penjaga mengatakan:

“Aku malaikat penjaga sifat hasud(dengki) . Meskipun amalannya bagus, tetapi ia suka hasud kepada orang lain yang mendapat kenikmatan Allah swt. Berarti ia membenci yang meridhai, yakni Allah. Aku diperintahkan Allah agar amalan semacam ini tidak melewati pintuku.”

Lagi, malaikat Hafadzah naik ke langit membawa amal seorang hamba. Ia membawa amalan berupa wudhu’ yang sempurna, shalat yang banyak, puasa, haji, dan umrah. Sesampai di langit keenam, malaikat penjaga berkata:

“Aku malaikat penjaga rahmat. Amal yang kelihatan bagus ini tamparkan ke mukanya. Selama hidup ia tidak pernah mengasihani orang lain, bahkan apabila ada orang ditimpa musibah ia merasa senang. Aku diperintahkan Allah agar amal ini tidak melewatiku, dan agar tidak sampai ke langit berikutnya.”

Kembali malaikat Hafadzah naik ke langit. Dan kali ini adalah langit ke tujuh. Ia membawa amalan yang tak kalah baik dari yang lalu. Seperti sedekah, puasa, shalat, jihad, dan wara’. Suaranya pun menggeledek bagaikan petir menyambar-nyambar, cahayanya bak kilat. Tetapi sesampai pada langit ke tujuh, malaikat penjaga berkata:

“Aku malaikat penjaga sum’at (sifat ingin terkenal). Sesungguhnya pemilik amal ini menginginkan ketenaran dalam setiap perkumpulan, menginginkan derajat tinggi di kala berkumpul dengan kawan sebaya, ingin mendapatkan pengaruh dari para pemimpin. Aku diperintahkan Allah agar amal ini tidak melewatiku dan sampai kepada yang lain. Sebab ibadah yang tidak karena Allah adalah riya. Allah tidak menerima ibadah orang-orang yang riya.”

Kemudian malaikat Hafadzah naik lagi ke langit membawa amal dan ibadah seorang hamba berupa shalat, puasa, haji, umrah, ahlak mulia, pendiam, suka berdzikir kepada Allah. Dengan diiringi para malaikat, malaikat Hafadzah sampai ke langit ketujuh hingga menembus hijab-hijab (tabir) dan sampailah di hadapan Allah. Para malaikat itu berdiri di hadapan Allah. Semua malaikat menyaksikan amal ibadah itu shahih, dan diikhlaskan karena Allah.

Kemudian Allah berfirman:

“Hai Hafadzah, malaikat pencatat amal hamba-Ku, Aku-lah Yang Mengetahui isi hatinya. Ia beramal bukan untuk Aku, tetapi diperuntukkan bagi selain Aku, bukan diniatkan dan diikhlaskan untuk-Ku. Aku lebih mengetahui daripada kalian. Aku laknat mereka yang telah menipu orang lain dan juga menipu kalian (para malaikat Hafadzah). Tetapi Aku tidak tertipu olehnya. Aku-lah Yang Maha Mengetahui hal-hal gaib. Aku mengetahui segala isi hatinya, dan yang samar tidaklah samar bagi-Ku. Setiap yang tersembunyi tidaklah tersembunyi bagi-Ku. Pengetahuan- Ku atas segala sesuatu yang telah terjadi sama dengan pengetahuan- Ku atas segala sesuatu yang belum terjadi. Pengetahuan- Ku atas segala sesuatu yang telah lewat sama dengan yang akan datang. Pengetahuan- Ku atas segala yang telah lewat sama dengan yang akan datang. Pengetahuan- Ku atas orang-orang terdahulu sama dengan pengetahuan- Ku atas orang-orang kemudian.

Aku lebih mengetahui atas sesuatu yang samar dan rahasia. Bagaimana hamba-Ku dapat menipu dengan amalnya. Mereka mungkin dapat menipu sesama makhluk, tetapi Aku Yang Mengetahui hal-hal yang gaib. Aku tetap melaknatnya…!”

Tujuh malaikat di antara tiga ribu malaikat berkata, “Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami atas mereka.”

Kemudian semua yang berada di langit mengucapkan, “Tetaplah laknat Allah kepadanya, dan laknatnya orang-orang yang melaknat.”‘

Sayyidina Mu’adz (yang meriwayatkan hadits ini) kemudian menangis tersedu-sedu. Selanjutnya berkata, “Ya Rasulallah, bagaimana aku bisa selamat dari semua yang baru engkau ceritakan itu?”

Jawab Rasulullah, “Hai Mu’adz, ikutilah Nabimu dalam masalah keyakinan (keimanan).”

Tanyaku (Mu’adz), “Engkau adalah Rasulullah, sedang aku hanyalah Mu’adz bin Jabal. Bagaimana aku bisa selamat dan terlepas dari bahaya tersebut?”

Berkatalah Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam, “Memang begitulah, bila ada kelengahan dalam amal ibadahmu. Karena itu, jagalah mulutmu jangan sampai menjelekkan orang lain, terutama kepada sesama ulama. Ingatlah diri sendiri tatkala hendak menjelekkan orang lain, sehingga sadar bahwa dirimu pun penuh aib. Jangan menutupi kekurangan dan kesalahanmu dengan menjelekkan orang lain. Janganlah mengorbitkan dirimu dengan menekan dan menjatuhkan orang lain. Jangan riya dalam beramal, dan jangan mementingkan dunia dengan mengabaikan akhirat. Jangan bersikap kasar di dalam majlis agar orang takut dengan keburukan akhlakmu. Jangan suka mengungkit-ungkit kebaikan, dan jangan menghancurkan pribadi orang lain, kelak engkau akan dirobek-robek dan dihancurkan anjing Jahannam, sebagaiman firman Allah dalam surat An-Naziat ayat 2.”

Tanyaku selanjutnya, “Ya Rasulallah, siapakah yang bakal menanggung penderitaan seberat itu?”

Jawab Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam, “Mu’adz, yang aku ceritakan tadi akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah. Engkau harus mencintai orang lain sebagaimana engkau menyayangi dirimu. Dan bencilah terhadap suatu hal sebagaimana kau benci bila itu menimpa dirimu. Jika demikian engkau akan selamat.”

Khalid bin Ma’dan meriwayatkan, “Sayyidina Mu’adz sering membaca hadits ini seperti seringnya membaca Al-Qur’an, dan mempelajari hadits ini sebagaimana mempelajari Al-Qur’an di dalam majlis.”

Wallohu a’lam

Sumber : ATIM

agguss

Monday, May 14, 2012

Liong Sik ckp imej bersih pemimpin Pakatan Rakyat adalah terbaik??

BN boleh lupakan saja S'gor, kata Liong Sik
Bekas Presiden MCA, Tun Dr Ling Liong Sik meramalkan BN tidak akan dapat menawan semula Selangor dalam pilihan raya umum akan datang kerana imej bersih pemimpin Pakatan Rakyat.

Selain Ketua Umum PKR, Datuk Seri Anwar Ibrahim, Menteri Besar Selangor, Tan Sri Khalid Ibrahim dan Ketua Menteri Pulau Pinang Lim Guan Eng tidak pernah terlibat dalam rasuah dan penyalahgunaan kuasa, dan ia telah membantu mereka membina imej yang baik, kata Ling.

"Secara umumnya, orang Cina tidak memihak kepada BN, tetapi di Perak, tidak ada pilihan lain. Di Johor, (BN) mungkin kehilangan sesetengah sokongan tetapi tidak sampai hilang (kerajaan negeri).

"Pilihan raya umum kali ini adalah amat sukar bagi BN, sangat sukar. Saya fikir BN masih boleh menang kerana kerajaan telah membelanjakan wang bawah macam-macam nama. Ini tidak pernah berlaku sebelum ini," katanya dalam temubual eksklusif dengan akhbar berbahasa Cina, Sin Chew Daily.

Ramalan Ling bercanggah dengan Ketua Penerangan Umno, Datuk Ahmad Maslan, yang berkata minggu lepas bahawa BN bukan sahaja akan memperolehi semula majoriti dua pertiga di Parlimen, tetapi juga akan merampas Selangor, Kedah dan Kelantan.

Selepas menerajui MCA selama 17 tahun (1986-2003), Ling - yang paling lama menjadi presiden parti itu - berpendapat bahawa penanda aras bagi BN untuk mengisytiharkan kemenangan adalah dengan mendapatkan semula majoriti dua pertiga.

BNONEerbeza dengan mantan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad, Ling jarang mengulas mengenai politik dan hal ehwal parti itu sejak bersara daripada politik pada tahun 2003.

Ditanya pandangannya mengenai Presiden MCA Datuk Seri Dr Chua
Soi Lek (kanan), Ling menyifatkan beliau sebagai seorang pemimpin yang bijak dan lantang tetapi malangnya dicemari oleh skandal DVD seks.

"Saya harap orang Cina boleh memberi respons yang positif kepada usaha Chua, tetapi dia mempunyai DVD...," Ling dipetik berkata.

[Baca berita penuh]

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...